Translator

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Wednesday, November 27, 2019

7 Cara Menjadi Youtuber yang Sukses Mulai Dari Nol Subscriber

Sumber : https://palembang.tribunnews.com/2018/11/13/7-cara-menjadi-youtuber-yang-sukses-mulai-dari-nol-subscriber-hasilkan-uang-hanya-dari-youtube

Cara Menjadi Youtuber yang Sukses Mulai Dari Nol Subscriber, Hasilkan Uang Hanya dari Youtube

SRIPOKU.COM -- Cara Menjadi Youtuber terkenal bagi pemula, lengkap dengan langkah-langkah yang harus dilakukan.
Penasaran kan bagaimana Ria Ricis, Atta Halilintar bisa terkenal dan mendapatkan banyak uang dari Youtube?
Nah dilansir Sripoku.com dari jagad.id, begini cara menjadi Youtuber bagi pemula, lengkap dengan tips yang harus dilakukan.

1. Membuat akun dan channel YouTube
Langkah pertama yang harus kamu lakukan adalah membuat akun YouTube terlebih dahulu.
Kamu bisa masuk ke YouTube dengan menggunakan akun Gmail milikmu.
Setelah itu, kamu tinggal membuat channel YouTube dengan mengklik ‘my channel’.
Buatlah nama channel yang menarik dan mencerminkan video-video yang akan kamu upload.

2. Akun adSense juga perlu dibuat

Berhubung YouTube Jika ingin mendapat uang dari video-video yang kamu upload di YouTube, pastinya kamu juga harus membuat akun Google AdSense yang akan menyalurkan iklan-iklan di videomu.
Kamu hanya dibolehkan memiliki satu akun AdSense untuk memudahkan pembayaran nantinya.
Sedangkan untuk mengaitkan video dengan AdSense ini, kamu hanya membutuhkan minimal tiga video original yang telah diupload.

3. Tentukan target penonton
Setelah itu, tentukan target penonton dengan benar.
Kalau sasaranmu kebanyakan adalah perempuan berusia 17-35 tahun, kamu bisa lebih banyak mengupload video tentang tutorial, baik itu tutorial memasak atau make up.
Target penonton juga akan menentukan gaya bahasa yang kamu gunakan.

4. Buat video yang berkualitas
Selanjutnya, kamu bisa mulai membuat video yang kamu inginkan. Durasi yang diperlukan tak perlu panjang, cukup sekitar 5-20 menit saja agar penonton tidak merasa bosan.
Kamu bisa merekam video dengan menggunakan kamera ponsel.

Untuk inspirasi, ada beberapa tipe video yang biasanya sering ditonton orang lewat YouTube seperti, video tutorial, video list, video unboxing,video mukbang, video parodi, vlog, belanja haul dan lainnya.

5. Upload video
Konten video yang menarik dan berkualitas akan jadi sia-sia kalau kamu tidak memperhatikan hal-hal di bawah ini saat menguploadnya:

1. Judul Video
Gunakan judul yang mengandung keyword karena bagaimanapun juga kamu harus menggunakan SEO (Search Engine Optimization).

2. Thumbnail
Thumbnail adalah image di bagian depan yang muncul ketika orang menemukan video milikmu. Jadi usahakan untuk menggunakan thumbnail yang menarik dan bisa mewakiliki keseluruhan isi video.

3. Deskripsi
Buat deskripsi video yang jelas, padat, tidak kaku, dan pastinya memiliki keyword di dalamnya. Kamu juga bisa menambahkan link keluar yang masih relevan dengan videomu.

4. Cantumkan tag yang relevan
Selalu cantumkan tag yang relevan dengan video karena tag merupakan semacam pengkategorian video sehingga tag yang bagus bisa membawa banyak penonton.


6. Promosikan Video
Berhubung kamu masih youtuber pemula, video yang sudah dibuat dan diupload tak langsung serta merta bisa dilihat banyak orang karena kamu pasti belum memiliki subscriber.
Waktu yang dibutuhkan untuk menjadi mendapatkan banyak subscriber dan menaikkan traffic secara alami adalah kurang lebih satu tahun.

Cara lain untuk mempromosikan video adalah dengan cara berkolaborasi dengan youtuber lain.
Hal ini sudah terbukti mampu mendongkrak traffic dan mendatangkan subscriber baru secara otomatis.

7. Aktif berkomunikasi
Setelah menonton videomu, ada beberapa orang yang akan meninggalkan komentar.
Sebagian ada komentar yang bagus dan membangun, tapi ada juga yang negatif atau menjelek-jelekkan.
Terimalah semua komentar dengan baik.
Kalau ada yang memberi komentar jelek, kamu bisa menanggapinya dengan berusaha untuk memberikan video yang lebih baik lagi.
Adanya komentar positif atau negatif menandakan kalau mereka peduli dengan karya-karyamu.


Artikel ini telah tayang di sripoku.com dengan judul 7 Cara Menjadi Youtuber yang Sukses Mulai Dari Nol Subscriber, Hasilkan Uang Hanya dari Youtube, https://palembang.tribunnews.com/2018/11/13/7-cara-menjadi-youtuber-yang-sukses-mulai-dari-nol-subscriber-hasilkan-uang-hanya-dari-youtube?page=4.
Penulis: Rizka Pratiwi Utami
Editor: Candra Okta Della

Sunday, February 10, 2013

Mengatasi Ketakutan Dalam Memulai Bisnis

Banyak orang bermimpi ingin punya bisnis sendiri dan meraup banyak keuntungan. Namun, banyak pula yang berhenti sebelum memulai karena dipenuhi ketakutan.

Banyak hal yang membuat mimpi menjadi seorang pengusaha atau entrepreneur akhirnya kandas di tengah jalan. Berbagai ketakutan atau keraguan biasanya muncul begitu mengemuka hingga mimpi menjadi sukses, dilimpahi materi, dan punya keleluasaan waktu untuk melakukan banyak hal akhirnya menguap begitu saja.

Selain soal keberanian, masalah ketiadaan atau minimnya modal sering menjadi masalah utama bagi mereka yang ingin memulai bisnis. Padahal seberapa pun besarnya skala usaha yang ingin dijalankan, bisa dimulai dengan skala yang kecil dengan modal yang dipunyai. Intinya ialah, jangan malu untuk memulai sesuatu yang besar dari hal yang kecil dan modal yang kecil. Bersikaplah realistis tetapi tetap punya misi kedepan.

Masalah lainnya yang sering menghantui calon pebisnis ialah takut jika bisnisnya mengalami kerugian. Takut rugi ini bisa mengacu pada takut modal yang sudah ditanamkan tidak kembali, takut penjualan tidak sesuai target, takut tidak mampu membayar utang pada bank, atau takut tidak bisa menjalankan bisnis dengan baik.

Ketakutan tersebut sebenarnya wajar saja karena Anda akan memulai sebuah langkah besar. Justru ketakutan tersebut bisa dijadikan pemicu untuk memulai bisnis dengan membuat perencanaan bisnis yang matang.

Takut itu ada dua, yaitu takut yang pada tempatnya dan yang tidak pada tempatnya. Kalau takut pada tempatnya itu wajar karena akan memulai bisnis. Supaya tidak takut, maka lakukan analisis dan rencana yang sistematis.

Rencana sistematis ini mencakup orang yang dijadikan rekan kerja, prospek bisnis, memiliki pangsa pasar yang jelas, mengetahui jumlah saingan dan kemampuannya dalam menjual, kemampuan diri sendiri dalam menjual, dan seberapa besar tingkat kegagalan bisnis tersebut. Bekerja samalah dengan orang yang sudah berpengalaman. Kalau bisa dengan orang yang terbaik. Kalkulasi bisnis harus dilakukan agar pebisnis siap dengan segala risiko.

Lebih baik lagi calon pebisnis memiliki seorang pembimbing atau konsultan tak resmi untuk berdiskusi tentang rencana bisnis Anda. Selebihnya, bergaullah dengan komunitas pebisnis, baik dalam jaringan pertemanan di internet atau dengan mengikuti seminar entrepreneurship. Berteman dengan sesama wirausahawan akan membuat Anda memiliki wadah untuk bertukar pikiran jika ada sesuatu masalah yang ingin dipecahkan.

By :  http://www.ciputraentrepreneurship.com/component/content/article/47-memulai-bisnis/10125-mengatasi-ketakutan-memulai-bisnis.html

Tuesday, October 30, 2012

Trik Mengubah Hobi Jadi Bisnis

Menikmati hobi setelah beraktivitas memang menjadi waktu yang ditunggu-tunggu. Melukis pada akhir pekan atau melakukan hobi fotografi pada waktu senggang menjadi kegiatan yang dapat menghilangkan penat setelah bekerja.

Kadang terlintas di pikiran jika hobi Anda bisa menjadi pekerjaan sehari-hari, tentunya akan sangat menyenangkan. Namun sayang, tak semua orang beruntung mendapatkan kesempatan itu. Ada saja aral melintang untuk dapatkan pekerjaan yang sesuai dengan hobi atau passion.

Lantas, bukan berarti Anda harus menyerah! Di Kanada contohnya, banyak pensiunan yang mulai menjadikan hobi menjadi pekerjaan baru.

Menurut British Columbia Women's Enterprise Centre (BCWEC), pada usia pensiun (di atas 45 tahun), banyak para perempuan yang kembali menekuni hobi, seperti menjahit atau membuat kue, lalu mulai menjadikannya bisnis kecil-kecilan. Malah, tidak jarang, banyak di antara mereka yang menjadikan hobi tersebut sebagai mata pencaharian.

Memang tidak ada kata terlambat untuk mencoba berbisnis. Apalagi, jika memiliki waktu senggang dan modal yang cukup. Siapapun Anda, baik pensiunan hingga fresh graduate, sebelum memutuskan untuk memulai bisnis dari hobi, ada baiknya simak terlebih dahulu tips di bawah ini:

1. Kenali pasar Anda

Sebelum memulai bisnis baru, ada baiknya Anda mencari tahu seperti apa target pasar bisnis yang akan dijalankan. Apakah pasar sasaran tersebut ada? Jika Anda tidak melakukannya, modal bisnis yang telah dikeluarkan bisa jadi akan sia-sia.

Karenanya, menurut Sandra Altner, CEO dari Women's Enterprise Centre of Manitoba,  mulailah riset Anda dengan melakukan hal berikut:

Sekecil atau sebesar apapun bisnis Anda, membuat rencana bisnis sangatlah penting. Selain bisa mengenal pasar sasaran, Anda pun jadi  tahu siapakah yang menjadi kompetitor bisnis dan akhirnya dapat menentukan harga jual yang cocok serta bersaing.

Walaupun Anda sudah tahu skill mengolah hobi Anda, belum tentu Anda tahu tentang mengelola sebuah bisnis. Nah, jika Anda belum punya dasar mengelolanya, ada baiknya Anda mengikuti kursus singkat tentang bisnis atau berkonsultasi dengan pebisnis yang sudah sukses.

2. Peka dan cermat melihat peluang

Bersiaplah untuk bertemu dengan pasang surut dunia bisnis. Apa yang terjadi di sekeliling seperti harga BBM dan sembako yang naik atau turun, bisa memberikan efek terhadap bisnis yang sedang Anda jalankan. Karenanya, Anda harus sadar akan hal itu!

Apalagi, kondisi keuangan bisnis akan sangat dipengaruhi oleh beberapa hal tersebut.

Brian Dougherty, seorang pensiunan yang memulai bisnis fotografi menyarankan para pebisnis untuk selalu membuat investasi kecil di luar bisnis yang menjadi fokus utama, sehingga bisa saling menopang kelancaran dari bisnis yang dijalankan.

3. Jangan terburu-buru

Karena pada awalnya Andalah yang akan menjalankan bisnis, cermatilah perihal waktu. Jangan langsung paksakan diri untuk mencari keutungan sebanyak-banyaknya dengan mengambil order pekerjaan yang akan sangat menyita waktu pada saat bisnis Anda baru saja dimulai.

Altner menambahkan, sebagai permulaan, pilihlah pekerjaan atau orderan yang ringan-ringan saja. Janganlah membuat bisnis baru sesibuk pekerjaan lama Anda. Apalagi masih banyak hal-hal yang harus Anda pelajari terlebih dahulu.

Bagaimana, apakah Anda berencana untuk memulai bisnis yang merupakan hobi? Atau malah sudah ada yang memulai? (*/Beritasatu)

Sunday, October 28, 2012

4 Tips Sukses Terjun ke Dunia Bisnis

Menurut National Association of Women Business Owners, 30 persen dari usaha kecil dimiliki oleh perempuan. Data mereka juga menunjukkan, bisnis yang dimiliki oleh perempuan mempekerjakan lebih dari 13 juta orang di Amerika dan menghasilkan US$ 1,9 triliun per tahun.

Seperti yang telah dibuktikan oleh statistik, perempuan mempunyai peluang  sukses di dunia bisnis. Namun perlu diingat sebagai pengusaha yang dibutuhkan adalah  bisnis yang terus berkelanjutan dan berkembang menjadi besar.

Bagi Anda yang ingin memulai bisnis sendiri tapi masih bingung ingin bisnis apa, ada empat tips untuk perempuan yang tertarik untuk memulai dan menjalankan usaha kecil.

Pilih yang sesuai gaya hidup

Perempuan yang ingin memulai bisnis dan sukses penting untuk memilih bisnis yang dengan kehidupannya.  Memulai usaha dibutuhkan kerja keras, waktu, dan uang. Kenali diri sendiri, dan tahu apa yang paling penting bagi Anda. Bisnis di bidang yang Anda sukai juga akan memudahkan Anda untuk bisa total.

Jaringan aktif

Anda pasti sudah sering mendengar bahwa jaringan adalah aspek kunci untuk memulai dan mempertahankan bisnis yang sukses. Dan jaringan saat ini bukan hanya jaringan konvensional, tetapi juga jaringan di dunia maya. Banyak usaha kecil yang meraih sukses berkat media sosial, pemasaran melalui email, direktori bisnis online dan lain-lain.

Sementara teknologi menawarkan cara  murah, mudah serta efektif untuk berkomunikasi dengan rekan-rekan dan pelangga, tatap muka masih  menjadi  bagian penting dari memaksimalkan keberhasilan bisnis. Keluarlah ke dunia nyata untuk bertemu orang baru dan membangun hubungan yang solid.

Sumber dana

Saat ini pengusaha kecil  dapat mencari pendanaan yang dirancang khusus untuk membantu usaha kecil. Gunakan fasilitas tersebut, jangan hanya terpaku pada jasa pinjaman tapi juga ikutilah informasi dan kelas atau seminar bisnis.

Menghargai waktu dan bakat sendiri

Bila Anda mendedikasikan waktu Anda, Anda harus melakukannya untuk cinta dan profit. Usaha dari bisnis perempuan  itu sangat unik dan bervariasi. Membangun bisnis Anda sesuai dengan kehidupan Anda, melihat nilai yang Anda tawarkan, dan menggunakan jaringan, dana, dan sumber daya untuk menjaga bisnis Anda berkembang - ini adalah kunci untuk menemukan kesuksesan sejati. (*/Kompas.com)

Sunday, July 1, 2012

11 Langkah Mewujudkan Gagasan Bisnis





bisnis0412Sebuah gagasan bisnis yang besar tanpa uang adalah seperti mobil baru tanpa bensin. Keduanya menarik untuk dilihat namun tidak bisa bergerak ke mana pun. Untungnya, ada banyak sumber dana yang Anda bisa andalkan untuk mebiayai bisnis Anda. Berikut beberapa langkah yang dapat Anda lakukan untuk mewujudkan gagasan bisnis Anda:

Langkah 1

Buat rencana bisnis yang lengkap. Dokumen ini memperinci gagasan Anda, termasuk bagaimana Anda merencanakan untuk mengembangkannya, dan yang terpenting, bagaimana Anda melihatnya menghasilkan uang. Baca berbagai macam buku atau ketik kata "rencana bisnis" pada mesin pencari di internet untuk lebih banyak sumber yang bisa digunakan untuk membuat sebuah rencana bisnis.

Langkah 2

Bangunlah sebuah model bisnis yang meyakinkan. Ini akan meliputi keadaan keuangan secara mendetil dan menjelaskan setiap aspek dalam bisnis Anda, termasuk biaya untuk mendapatkan sumber daya atau membuat produk, penjualan yang terproyeksi, dan pengeluaran pemasaran serta pengeluaran tambahan umum dan administratif.

Langkah 3

Tentukan seberapa banyak dana yang Anda akan butuhkan. Sertakan dana awal dan modal yang memadai agar bisnis tetap bertahan hingga pendapatan anda dapat menutup pengeluaran. Tambahkan semua pengeluaran yang telah diantisipasi selama proses awal: gaji, sewa gedung, pembelian peralatan, furnitur, peralatan kantor, layanan telepon, dan pencetakan kartu bisnis. Semakin spesifik daftar Anda, semakin rendah peluang Anda untuk kehabisan dana.

Langkah 4

Cari bantuan dari orang-orang yang telah melakukan hal serupa sebelumnya. Pertimbangkan untuk menawari mereka saham dalam perusahaan sebagai imbalan atas bantuan yang mereka berikan. Namun tundalah hal itu jika Anda belum siap untuk berbagi kepemilikan dengan orang lain.

Langkah 5

Sewa firma hukum terkemuka untuk merancang struktur bisnis Anda.

Langkah 6

Bekerja erat dengan firma hukum Anda dan buat sebuah struktur keuangan.

Langkah 7

Gunakan tabungan Anda. Investor atau pemberi pinjaman akan mengharapkan Anda untuk mendanai bisnis Anda hingga mencapai kemampuan keuangan anda yang terbaik dan swadaya ialah cara terbaik untuk mempertahankan kendali.

Langkah 8

Pergilah ke bank atau badan kredit yang memiliki hubungan dengan Anda, dan tanyakan tentang pinjaman bisnis. Anda lebih mungkin untuk diterima dengan lebih baik oleh lembaga yang telah mengetahui rekam jejak Anda daripada jika Anda memohon pinjaman pada pemberi pinjaman yang baru.

Langkah 9

Hubungi lembaga yang Anda ingin gunakan dan tanyakan jika mereka akan bersedia memberikan produk atau layanan lebih dulu, sebagai cara mengurangi biaya awal Anda sebagai imbalan untuk pembayaran penuh ditambah bunga dalam periode waktu yang ditentukan. Kemampuan mereka untuk melakukan hal tersebut mungkin dapat menurunkan atau bahkan menghilangkan kebutuhan akan pendanaan dari luar.

Langkah 10

Tanya penyuplai potensial jika mereka mau membantu mendanai perusahaan Anda, baik dengan cara pemberian perpanjangan syarat-syarat pinjaman atau memperpanjang pinjaman. Karena lembaga mendapat keuntungan paling banyak jika mengenai mendapatkan kontrak penting, beberapa mungkin akan bersedia memberikan Anda bantuan awal sebagai imbalan atas jaminan bisnis.

Langkah 11

Siapkan jaminan. Tergantung pada besaran pinjaman, Anda bisa saja menawarkan mobil, rumah, atau jenis properti lainnya. (http://www.ciputraentrepreneurship.com/component/content/article/47-memulai-bisnis/17907-11-langkah-mewujudkan-gagasan-bisnis.html/ dari berbagai sumber)

Friday, June 1, 2012

Hukum Tentang Waralaba

Jika usaha Anda terbilang sukses, Anda dapat mewaralabakan usaha tersebut agar semakin dikenal luas. Anda mungkin bingung karena terbentur masalah kurangnya pengetahuan mengenai hukum tentang waralaba. Tentunya, untuk membuat badan usaha waralaba, Anda perlu mengetahui landasan hukumnya.

Waralaba merupakan salah satu upaya untuk semakin membuat bisnis Anda moncer. Sebab, waralaba akan membuat bisnis Anda berekspansi dengan cara yang jauh lebih murah ketimbang membuka cabang yang Anda kelola sendiri.

Untuk memulainya, Anda perlu mempelajari peraturan perundang-undangan yang berlaku, yaitu Peraturan Pemerintah RI No. 42 Tahun 2007 tentang Waralaba. Dalam beleid itu, yang dimaksud dengan waralaba adalah hak khusus yang dimiliki oleh perseorangan atau badan usaha, terhadap suatu sistem bisnis tertentu, yang bekerja memasarkan barang dan/atau jasa. Produk barang/jasa itu adalah produk yang telah terbukti berhasil dan dapat dimanfaatkan atau digunakan oleh pihak lain berdasarkan Perjanjian Waralaba.

Suatu usaha dapat diwaralabakan apabila memenuhi enam kriteria, yaitu; memiliki ciri khas usaha, terbukti sudah memberikan keuntungan, memiliki standar pelayanan dan barang/jasa yang ditawarkan yang dibuat secara tertulis, mudah diajarkan dan diaplikasikan, memiliki dukungan berkesinambungan, dan Hak Kekayaan Intelektual-nya telah terdaftar.


Selanjutnya Anda perlu membuat Prospektus Penawaran Waralaba kepada calon Penerima Waralaba. Prospektus ini setidaknya terdiri atas; data identitas pemberi waralaba, legalitas usaha pemberi waralaba, sejarah kegiatan usahanya, struktur organisasi pemberi waralaba, laporan keuangan dua tahun terakhir, jumlah tempat usaha, daftar penerima waralaba, hak dan kewajiban pemberi waralaba dan penerima waralaba. Prospektus tersebut harus didaftarkan di Kementerian Perdagangan, dan dari sana Anda akan mendapatkan Surat Tanda Pendaftaran Waralaba. (*/dari berbagai sumber)

Monday, February 20, 2012

Trik Tangani Pelanggan yang Kritis

Kurt Newman, seorang pakar penjualan mengungkapkan 6 tips yang memungkinkan kita dengan lebih mudah menangani kasus-kasus yang melibatkan pelanggan-pelanggan dengan kepribadian yang lebih sulit dan rumit dari kebanyakan orang. 

Jangan ditanggapi dengan emosional

Kesabaran menjadi poin penting di sini. Menghadapi seorang pelanggan yang sulit acap kali membuat kita kehilangan kesabaran. Mereka boleh saja berkata-kata kasar dan bernada tinggi atau mengirimkan sebuah surel bernada provokatif kepada kita tetapi kita tidak seharusnya berbuat serupa pada mereka (walaupun sebenarnya kita bisa). Selalu ingat bahwa dengan bereaksi secara emosional terhadap ucapan pelanggan, kita hanya akan menambah rumit keadaan. Merespon secara reaktif hanya akan membuat akal sehat kita melemah dan akhirnya tidak bisa berpikir jernih. Akan lebih parah lagi jika respon reaktif kita akan menyulut percekcokan dengan pelanggan dan menimbulkan perdebatan yang sebenarnya tidak rasional dan tidak relevan dengan inti masalah yang sebenarnya.

Selain itu, jangan menganggap apa yang diutarakan pelanggan yang sulit ini sebagai serangan terhadap diri Anda secara pribadi. Di sini kita berada di dalam lingkungan dan konteks bisnis, sehingga berpikir dan bersikaplah layaknya seorang duta besar bagi sebuah negara (baca: perusahaan kita). Dalam kondisi apapun, hindari tindakan tercela yang dapat merugikan perusahaan dalam jangka panjang, bukan malah mengejar kepuasan sesaat karena telah dapat membalas kekurangsopanan pelanggan dan sebagainya. 

Pujilah Pelanggan

Berikan pujian kepada pelanggan karena mereka telah melakukan upaya untuk menghubungi kita. Hargai usaha itu karena pada dasarnya masukan mereka walaupun menyakitkan pastinya akan memberikan kontribusi positif bagi perbaikan produk atau jasa yang kita tawarkan ke pasar. Jadi alangkah baiknya jika kita memberikan pengarahan bagi pegawai di jajaran terdepan (front liners) yang berhubungan langsung dengan pelanggan untuk bisa memuji pelanggan terutama yang sulit untuk dihadapi dengan memberikan pujian terlebih dahulu. Secara emosional, pujian juga akan menurunkan emosi pelanggan.

Dengarkan Pelanggan dengan Sungguh-sungguh

Kebanyakan dari kita mungkin hanya mendengarkan pelanggan dengan sepintas, atau bahkan lebih buruk lagi, kita berpura-pura mendengarkan dan mengerti apa masalah mereka. Strategi usang dengan menutup diri kita secara emosional saat menghadapi pelanggan yang marah sudah harus diubah karena tidak memecahkan masalah. Cara konvensional semacam ini hanya akan memberikan penundaan bagi penyelesaian masalah dan tidak pernah benar-benar menyelesaikannya.

Tindakan yang paling penting ialah dengarkan keluh kesah mereka, walaupun itu sangat emosional dan membuat kita hampir kehilangan kendali. Saat pelanggan telah melepaskan segala amarah dan keluh kesahnya, biasanya mereka akan mulai mampu untuk tenang, menguasai diri dan berpikir lebih jernih. Pada saat-saat seperti itulah, Anda mulai bisa mengajak berdiskusi lebih rasional. Dengan tingkat emosi yang lebih stabil setelah menumpahkan amarah, pelanggan akan mampu menceritakan permasalahan dengan lebih baik dan kita akan lebih mampu mengidentifikasi inti permasalahan (dan memisahkannya dari hal-hal lain yang kurang penting).

Berempatilah dengan Pelanggan dengan Bertanya

Tanyakan dengan nada lembut dan bersahabat kepada pelanggan tentang rincian permasalahan yang ingin mereka kemukakan. Rumus “who, when, why, where, what” dan “how” berlaku di sini. Dengan menunjukkan empati kepada pelanggan, kita juga membuat mereka merasa lebih nyaman dan jauh lebih terbuka dibanding jika kita menanggapi dengan dingin, kaku, dan tanpa empati. Penting juga untuk mencatat dengan sungguh-sungguh apa saja hal yang menjadi poin penting dalam uraian pelanggan. Ini juga memberikan kesan bahwa kita menanggapi permasalahan mereka dengan serius dan beritikad baik untuk menyelesaikannya semampu kita. Berusahalah untuk selalu memelihara pandangan mata kita dengan pelanggan karena tatapan mata langsung terhadap pelanggan mencerminkan perhatian penuh terhadap apa yang mereka sedang sampaikan. 

Berikan pemecahan dan mintalah masukan dari pelanggan

Mayoritas pelanggan akan merasa apatis dan tidak sabar saat kita mengatakan pada mereka, “Maaf tunggu sebentar, saya akan kembali untuk memberitahukan solusi masalah Anda”. Hal ini lebih dipicu karena pengalaman buruk sebelumnya tentang bagaimana keluhan ditanggapi oleh orang yang kurang simpatik dan kurang profesional. 

Untuk mendapatkan solusi, kita harus mempertimbangkan beberapa faktor, seperti apakah kita mampu memberikan solusi sesuai dengan bidang dan level kewenangan kita. Kadang ada tipe-tipe masalah yang tidak bisa kita berikan pemecahan sendirian karena dibutuhkan persetujuan dan pendapat atasan atau orang lain yang lebih berkompeten/ senior dalam hal tersebut. Dan kemudian berjanjilah untuk menghubungi mereka kembali (jika memang terlalu lama untuk ditunggu di tempat) dalam jangka waktu tertentu, misalnya 1 atau 2 hari setelahnya bergantung kepada kompleksitas permasalahan yang dihadapi.

Dan bila memang sudah buntu atau kita sendiri tidak bisa memecahkannya dengan baik, kita bisa mengajak pelanggan berdiskusi tentang bagaimana sebaiknya masalah tersebut dipecahkan. Pelanggan kadang memiliki usulan yang masuk akal dan praktis untuk itu, misalnya dengan mengembalikan sebagian atau seluruh uang yang dibayarkan pelanggan untuk mendapatkan produk atau jasa kita. Dan perlu sekali kita katakan setelah memberikan kembali uang tersebut (refund) bahwa kita akan memperbaiki sistem atau meningkatkan kualitas produk/ jasa yang ada sehingga pelanggan lain tidak mengalami masalah yang serupa.

Tindak Lanjut

Tindak lanjuti apa yang sudah dilakukan sebelumnya misalnya dengan mengirimkan sebuah kartu ucapan terima kasih kepada pelanggan yang telah bersedia bersusah payah menemui atau menghubungi kita untuk memberitahukan masalahnya. Untuk lebih memberikan kesan dekat dan hangat, tulislah kartu ucapan itu dengan tulisan tangan, bukan diketik atau diprint dengan komputer. Atau alternatif lain ialah dengan mengirimkan email. Namun tentu saja email akan terkesan lebih kaku dan dingin, tetapi lebih baik daripada tidak menindaklanjuti sama sekali.
oleh : Ciputra

Saturday, December 24, 2011

Bagaimana Membangun Merek Baru ala Donald Trump

Untuk membangun merek, Anda haruskan untuk mengembangkan strategi merek. Karena Anda membangun merek baru, kanvas masih kosong sehingga pilihan utama Anda ialah menentukan pasar sasaran dan penempatan merek. Karena pelanggan yang dibidik mungkin tidak mengetahui Anda, Anda membutuhkan tekanan yang lebih besar pada konten dan penentuan waktu komunikasi merek Anda.
 
Bila Anda tengah kebingungan bagaimana langkah yang harus diambil untuk membangun merek dengan lebih baik, uraian berikut ini bisa jadi adalah jawaban untuk itu.

Langkah 1:Pahami pelanggan Anda
Seperti biasa, upaya membangun merek dimulai dengan secara menyeluruh memahami pelanggan Anda, mengapa dan bagaimana mereka membeli dan apa keuntungan yang mereka dapatkan. Jika Anda adalah seorang entrepreneur yang memulai sebuah perusahaan untuk jasa konsultan perkawinan. Anda harus berbicara dengan konsumen potensial dan temukan apa yang mereka inginkan dan apa yang mereka sukai atau benci tentang jasa yang Anda tawarkan.

Langkah 2: Evaluasi produk atau jasa Anda
Apa yang produk atau jasa Anda lakukan dengan baik? Apakah ia memberikan manfaat yang dikehendaki pelanggan potensial? Apakah Anda memiliki keuntungan kompetitif yang memungkinkan Anda untuk melakukan keuntungan tersebut?
Jika Anda tidak menemukan keuntungan kompetitif, Anda seharusnya mungkin tidak mencoba untuk menjual produk atau jasa tertentu kepada pelanggan dalam pasar tertentu. Sebuah produk atau jasa tanpa keuntungan kompetitif (dan dengan demikian tidak memiliki keuntungan man

Langkah 3: Pilih pasar yang akan dibidik
Pasar yang dibidik oleh Anda ialah para pelanggan potensial yang menjadi fokus upaya pembangunan merek Anda. Anda bisa memilih berdasarkan kemampuan relatif anda untuk memenangkan hati konsumen ini dan berfokus pada daya tarik pasar sehubungan dengan penghasilan, laba atau arus kas dan kemudian mengembangkan posisi merek yang Anda yakini akan menarik konsumen.

Langkah 4: Tentukan posisi merek yang Anda hendaki
Setelah memilih pasar yang menjadi target, Anda bisa, menentukan posisi merek yang lebih sesuai.Untuk itu And aharus lebih jeli mengamati dan meneliti medan pertempuran.

Langkah 5: Desain dan impelementasikan strategi komunikasi Anda
Umumnya akan lebih mudah untuk membangun merek lebih awal daripada kemudian. Semakin lama Anda menunggu, semakin tinggi peluang Anda berbenturan dengan pesaing yang memiliki posisi merek serupa dan semakin tinggi peluang Anda untuk menemukan pelanggan yang tak lagi tertarik dengan produk atau jasa yang Anda miliki.

Saturday, December 3, 2011

3 Keputusan yang Akan Mengubah Nasib Anda

Saya ingin Anda bahagia. Saya ingin Anda mendapatkan kehidupan yang Anda impikan. Saya ingin Anda memiliki kehidupan yang berkelimpahan. Karena menurut saya, Anda pantas mendapatkan yang terbaik dari kehidupan ini. Ya, Anda sungguh-sungguh pantas untuk bahagia, kaya, sehat, memiliki tubuh yang bagus dan dihargai banyak orang. Saya bersungguh-sungguh mengatakannya.

Semuanya Berawal dari Keputusan

Kuncinya, putuskan Anda mau mengubah nasib Anda. Destination: Sukses. No way back.

Saya ingin Anda tahu tidak ada kesalahan. Yang ada hanyalah konsekuensi. Apa pun yang Anda lakukan dalam hidup Anda ini ada konsekuensinya. Dan semua hal itu diawali dengan keputusan.

1. Putuskan, apa fokus Anda?
Suatu hari seorang pemuda mengunjungi museum terindah yang ada di kotanya. Ketika dia masuk ke dalam museum, seseorang menunjuk resleting celananya. Waduh, resletingnya rusak - celana panjangnya tidak bisa diresleting. Selama di dalam museum, pemuda itu menutupi terus celananya. Museum itu sedang banyak pengunjung. Begitu ada pengunjung lain tersenyum kepadanya, dia langsung menutupi lebih rapat celananya.

Sore harinya, ketika dia pulang, adiknya bertanya tentang museum terindah itu, "Kak, kamu melihat patung dewi Yunani yang sangat cantik dan terbuat dari emas? Kata temanku itu bagus sekali. Kamu melihat taman gantungnya yang penuh bunga-bunga seribu warna? Itu mengagumkan."

"Aku tadi lihat apa saja ya? Yang aku ingat banyak pengunjung yang melihat ke celanaku karena aku menutupi celanaku dengan kedua tanganku." Jawab kakaknya.

Esok harinya, pemuda itu memutuskan untuk mengunjungi museum terindah itu kembali. Kali ini dia fokuskan perhatiannya pada design terindah dan barang-barang indah di museum itu. "Ternyata, museum ini sangat indah," katanya di dalam hati.

Fokus Anda akan mempengaruhi apa yang Anda pikirkan, rasakan dan lakukan. Jika Anda berfokus pada pertanyaan mengapa Anda selalu gagal maka pikiran Anda menunjukkan begitu banyak penyebab Anda gagal. Tapi, jika Anda putuskan Anda mau fokus untuk mempercepat wealth hidup Anda maka pikiran Anda akan menunjukkan banyak ide dan jalan untuk mencapainya.

2. Putuskan, apa arti yang Anda berikan pada setiap pengalaman?
Setelah Anda memutuskan untuk menjadi wealth, Anda akan memulai perjalanan kesuksesan Anda. Banyak peristiwa dan tantangan yang akan Anda hadapi. Putuskanlah Anda akan memberi arti yang menguatkan Anda di segala situasi yang Anda hadapi.

Setelah saya memutuskan untuk menjadi sukses saat saya kuliah, saya tidak langsung sukses. Kegagalan, pengkhianatan dan masa sulit juga saya alami. Untungnya saya menguasai hipnoterapi sehingga saya bisa menerapi diri saya sendiri.

Beberapa tahun lalu ada seorang hipnoterapis senior yang suka melecehkan hipnoterapis lainnya. Dia pernah bilang kalau saya masih hijau dan anak kecil, mana mungkin jago hipnoterapi. Waktu itu saya masih 24 tahun, sudah menerbitkan buku hipnoterapi dan sudah kebanjiran klien hipnoterapi.

Saya memberi arti peristiwa itu dengan positif untuk menguatkan saya. Saya berpikir dia adalah utusan agung yang dikirim semesta supaya saya menjadi hipnoterapis muda yang master, sukses dan tetap baik hati. Sejak peristiwa dilecehkan itu saya malah semakin master karena saya ke Singapura dan Amerika untuk belajar hipnoterapi. Kemudian dari berbagai pembelajaran dan jam terbang saya, saya membuat Wisdom Therapy yaitu prosedur rahasia kesuksesan hipnoterapi saya (untuk informasi lengkap tentang training hipnoterapi saya, silahkan masuk ke www.Scientific-Hypnotherapy.com),

Ternyata, situasi yang buruk jika Anda memberikan arti yang menguatkan akan membuat Anda mengeluarkan potensi diri Anda yang sebenarmya.

3. Ketiga, apa yang Anda lakukan ketika problem terjadi?
Saya, Anda dan orang-orang lainnya akan merasakan ketakutan pada situasi yang baru. Itu wajar.

Mengapa ada ketakutan? Ketakutan muncul karena Anda merasa kehilangan kontrol. Anda merasa tidak bisa mengendalikan apa yang terjadi dalam hidup Anda.Seperti seorang penunggang kuda yang tidak bisa mengendalikan kudanya yang menjadi gila. Dan Anda begitu ketakutan akan menghadapi situasi-situasi seperti itu (Anda sebut situasi itu sebagai problem atau masalah).

Kebanyakan orang akan menghindari problem atau masalah - dia hanya bergaul dengan orang-orang yang telah lama dikenalnya, dia menjalankan usaha yang telah bertahun-tahun dia lakukan, dia bekerja di bidang yang telah puluhan tahun dia geluti dan dia hanya mau berada di situasi yang dia anggap berada di dalam kontrolnya. Jika demikian, betapa terbatasnya kehidupan kita. Renungkan, bagaimana keputusan Anda untuk menghindari sesuatu yangAnda sebut problem attau masalah ternyata membentuk nasib Anda sekarang?

Seorang bapak datang ke sesi hipnoterapi saya karena jantungnya suka terasa sakit. Dia menyangka itu serangan jantung. Dia bolak-balik ke dokter, dokter menyatakan dia sangat sehat. Dia didiagnosa oleh dokter mengalami stress. Untuk alasan itulah dia datang ke sesi hipnoterapi.

Di sesi hipnoterapi ditemukan penyebab stresnya adalah kekhawatirannya tentang kondisi keuangannya. Usahanya sudah hampir bangkrut. "Saya membuka usaha reparasi televisi. Sekarang banyak orang tidak lagi mereparasi televisi." Katanya. Anaknya sudah mau masuk kuliah, itulah yang paling membuatnya khawatir.

"Dulu, usaha saya sangat maju. Beberapa teman waktu itu menawari untuk saya buka usaha lain untuk berjaga-jaga kalau usaha tunggal saya ada masalah. Saya takut jadi saya tetap bertahan di bidang ini. Sekarang, bidang ini sudah tidak bisa bertahan lagi. Dan saya tidak memiliki usaha lain." Dia bercerita sambil menyesal.

Anda harus memberanikan diri untuk keluar dari zona nyaman Anda - ke situasi baru dan situasi yang tidak pasti. Di kondisi seperti itulah Anda bertumbuh. Lingkungan itu yang membuat Anda menemukan arti hidup Anda sebagai manusia. Di sanalah karakter Anda terbentuk. Potensi Anda yang sebenarnya hanya bisa keluar dalam keadaan tertantang.

Ada orang-orang yang berusaha satu kali dan gagal lalu memberi arti kalau dia memang pecundang sejati. Dia tidak lagi mau berusaha. Jika segala sesuatu tidak berjalan sesuai dengan rencana Anda bukan berarti itu tidak akan terjadi. Saat itu komitmen Anda sedang diuji. Daya tahan Anda sedang diuji. Anda hanya perlu melanjutkannya.

Oleh : Nathalia Sunaidi, C.Ht
Hipnoterapis, Penulis, Property Developer
Untuk mengundang, silahkan SMS/Tel: 081380349282
Twitter: @NathaliaSunaidi Website: www.NathaliaInstitute.com

Sunday, November 27, 2011

Kisah Sukses Om Bob Sadino

Bob Sadino adalah salah satu sosok entrepreneur sukses yang memulai usahanya benar-benar dari bawah dan bukan berasal dari keluarga wirausaha. Bob berwirausaha karena "kepepet", selepas SMA tahun 1953, ia bekerja di Unilever kemudian masuk ke Fakultas Hukum UI karena terbawa oleh teman-temannya selama beberapa bulan. Kemudian dia bekerja pada McLain and Watson Coy, sejak 1958 selama 9 tahun berkelana di Amsterdam dan Hamburg.

Setelah menikah, Bob dan istri memutuskan menetap di Indonesia dan memulai tahap ketidaknyamanan untuk hidup miskin, padahal waktu itu istrinya bergaji besar. Hal ini karena ia berprinsip bahwa dalam keluarga, laki-laki adalah pemimpin, dan ia pun bertekad untuk tidak jadi pegawai dan berada di bawah perintah orang sejak saat itu ia pun bekerja apa saja mulai dari sopir taksi hingga mobilnya tertubruk dan hancur , kemudian kuli bangunan dengan upah Rp 100 per hari.

Suatu hari seorang temannya mengajaknya untuk memelihara ayam untuk mengatasi depresi yang dialaminya,dari memelihara ayam tsb ia terinspirasi bahwa kalau ayam saja bisa memperjuangkan hidup, bisa mencapai target berat badan, dan bertelur,tentunya manusia pun juga bisa, sejak saat itulah ia mulai berwirausaha.

Pada awalnya sebagai peternak ayam, Bob menjual telor beberapa kilogram per hari bersama istrinya. Dalam satu setengah tahun, dia sudah banyak relasi karena menjaga kualitas dagangan,dengan kemampuannya berbahasa asing, ia berhasil mendapatkan pelanggan orang-orang asing yang banyak tinggal di kawasan Kemang, tempat tinggal Bob ketika itu.Selama menjual tidak jarang dia dan istrinya dimaki-maki oleh pelanggan bahkan oleh seorang babu.

Namun Bob segera sadar kalo dia adalah pemberi service dan berkewajiban memberi pelayanan yang baik, sejak saat itulah dia mengalami titik balik dalam sikap hidupnya dari seorang feodal menjadi servant, yang ia anggap sebagai modal kekuatan yang luar biasa yang pernah ia miliki.

Usaha Bob pun berkembang menjadi supermarket, kemudian dia pun juga menjual garam,merica, sehingga menjadi makanan.Om Bob pun akhirnya merambah ke agribisnis khususnya holtikultura, mengelola kebun-kebun yang banyak berisi sayur mayur konsumsi orang-orang Jepang dan Eropa dia juga menjalin kerjasama dengan para petani di beberapa daerah untuk memenuhi.

Bob percaya bahwa setiap langkah sukses selalu diimbangi kegagalan, perjalanan wirausaha tidak semulus yang dikira orang, dia sering berjumpalitan dan jungkir balik dalam usahanya. Baginya uang adalah nomer sekian, yang penting adalah kemauan, komitmen tinggi, dan selalu bisa menemukan dan berani mengambil peluang.

Bob berkesimpulan bahwa saat melaksanakan sesuatu pikiran kita berkembang, rencana tidak harus selalu baku dan kaku, apa yang ada pada diri kita adalah pengembangan dari apa yang telah kita lakukan. Dunia ini terlampau indah untuk dirusak, hanya untuk kekecewaan karena seseorang tidak ,mencapai sesuatu yang sudah direncanakan.Kelemahan banyak orang adalah terlalu banyak mikir membuat rencana sehingga ia tidak segera melangkah, yang penting adalah action. Keberhasilan Bob tidak terlepas dari ketidaktahuannya sehingga ia langsung terjun ke lapangan, setelah mengalami jatuh bangun, akhirnya Bob trampil dan menguasai bidangnya. Proses keberhasilan Bob berbeda dengan kelaziman yang selalu dimulai dari ilmu dulu, baru praktek lalu menjadi terampil dan professional.

Menurut pengamatan Bob, banyak orang yang memulai dari ilmu berpikir dan bertindak serba canggih, bersikap arogan, karena merasa memiliki ilmu yang melebihi orang lain. Om Bob selalu luwes terhadap pelanggan dan mau mendengarkan saran dan keluhan pelanggan, sehingga dengan sikapnya tersebut Bob meraih simpati pelanggan dan mampu menciptakan pasar. Menurut Bob, kepuasan pelangan akan membawa kepuasan pribadinya untuk itu ia selalu berusaha melayani klien sebaik-baiknya.

Bob menganggap bahwa perusahaannya adalah keluarga, semua anggota keluarga Kem harus saling menghargai, tidak ada yang utama,semuanya punya fungsi dan kekuatan sendiri-sendiri.

Wednesday, November 16, 2011

Kesalahan - Kesalahan Besar dalam Berbisnis

Dunia entrepreneurship penuh dengan salah langkah, kecelakaan dan kesalahan. Tidak peduli seberapa besar pengalaman Anda dalam berbisnis, Anda seakan-akan terikat untuk mengalami masalah di beberapa titik. "Kunci keberhasilan Anda adalah untuk dengan cepat mengidentifikasi kesalahan-kesalahan Anda, belajar dari kesalahan tersebut, dan mencegah kesalahan yang sama terjadi lagi," kata Mike Michalowicz, pakar small bisnis seperti dikutip laman inilah.com dari CNBC.

Kesalahan ini dapat membuat perbedaan antara memiliki bisnis kecil yang sukses dan pantas, atau memiliki lubang uang yang dapat membuat Anda sakit keuangan di tahun-tahun mendatang. Jadi, apa kesalahan terbesar yang dibuat pemilik ketika memulai dan mengelola bisnis kecil mereka?

1. Mencoba untuk mendapatkan kekayaan dengan cepat.
Kesuksesan biasanya membutuhkan waktu 15 sampai 20 tahun untuk mencapainya. Jika Anda mengharapkan untuk menjadi kaya dalam semalam, Anda mungkin menjadi berkecil hati dari awal dan menyerah untuk impian Anda sebelum waktunya. Ketahuilah bahwa keberhasilan membutuhkan waktu, ketekunan, dan sedikit keberuntungan. Berikan waktu bisnis Anda untuk tumbuh. Hanya jika perusahaan Anda stagnan untuk waktu yang lama Anda harus menganggapnya sebagai indikasi bahwa Anda perlu mencoba sesuatu yang baru.

2. Mengasumsikan tidak memiliki Pesaing
Bahkan jika Anda memiliki yang terbaru, terbesar, yang tidak pernah dilakukan sebelum pendekatan untuk sesuatu, tidak berasumsi bahwa Anda tidak memiliki persaingan. Kompetisi adalah lebih dari sekadar langsung, pesaing jelas. Persaingan juga semua alternatif yang tersedia. Apa lagi yang bisa konsumen lakukan daripada menggunakan produk atau jasa Anda? Dapatkah mereka melakukan sesuatu? Pelanggan hampir selalu memiliki pilihan untuk berjalan kaki. Itu saja merupakan ancaman kompetitif yang serius.

3.Menjadi pemimpin yang lemah
Kesuksesan perusahaan Anda tergantung pada Anda untuk menjadi pemimpin, seorang efektif yang kuat. Ini tidak berarti Anda tidak harus menjadikan semua teman. Seorang pemimpin besar menetapkan kursus untuk perusahaan, berkomunikasi terus-menerus, dan menginspirasi tim untuk mendapatkan ke tingkat berikutnya.

4. Menjadikan semua bisnis setiap saat
Banyak pengusaha menempatkan kehidupan pribadi mereka ditahan untuk fokus secara eksklusif pada bisnis mereka. Pada akhirnya, keduanya menderita. Tidak ada pertanyaan tentang bisnis Anda yang membutuhkan perhatian penuh dan usaha, tetapi hanya dalam ledakan singkat. Sama seperti seorang atlet elit dalam pelatihan, Anda harus memiliki diet, benar-benar sehat, cukup istirahat, dan istirahat. Keseimbangan kehidupan pribadi dan bisnis, dan Anda benar-benar akan tampil lebih baik di keduanya.

5. Menetapkan tujuan keuangan dengan tidak realistis
Jika semua rencana bisnis menjadi kenyataan, menjadi miliarder akan tidak sesuatu yang luar biasa. Banyak pengusaha memasuki kembali astronomi perencanaan baru. Tapi kebanyakan bahkan tidak pernah mendapatkan bisnis. Tujuan yang tidak realistis tidak hanya menyakiti kredibilitas Anda, tetapi juga dapat menguras emosi. Tetapkan tujuan spesifik, terukur, akuntabel spesifik, realistis, dan waktu (atau SMART) untuk memastikan kemajuan yang berkelanjutan. Jika Anda melakukan ini, peluang Anda untuk menjadi sukses dalam semalam (dalam 15 sampai 20 tahun) jauh lebih besar!

6. Tidak memiliki 'Titik Penggalangan'
Ada alasan mengapa karyawan meninggalkan pekerjaan bergaji tinggi untuk memulai lagi dan itu bukan untuk uang. Masyarakat dianjurkan untuk melayani tujuan penting, di samping gaji. Banyak perusahaan tidak pernah menetapkan tujuan untuk keberadaan mereka yang sesungguhnya, dan terus-menerus menarik karyawan yang mencari sukses dengan cara yang berbeda. Memperjelas tujuan perusahaan Anda, lebih dari sekadar menghasilkan uang, dan Anda mengatur panggung untuk menarik karyawan yang berpikiran sama. Sebuah tim terfokus pada tujuan umum adalah kekuatan yang sangat kuat.

7. Memotong harga
Seringkali, hal pertama yang pengusaha resor ketika bisnis yang sulit adalah mencoba untuk membedakan harga. Harga yang lebih murah berarti lebih banyak pelanggan, kan? Salah! Kebanyakan pelanggan bersedia untuk membeli barang-barang lebih mahal karena kualitas yang lebih besar atau menambah kenyamanan. Selama masa ekonomi sulit, kenaikan harga, ditambah dengan perbaikan dalam kualitas atau kenyamanan, dapat mendorong pelanggan ke pintu Anda. Pemotongan harga adalah permainan berbahaya, yang dapat menyebabkan karyawan atau pemotongan gaji untuk menjaga harga turun.

8. Tidak memiliki strategi pemasaran yang jelas
Anda tidak pernah tahu di mana, kapan, atau bagaimana prospek baru akan terdengar dari bisnis Anda. Jika Anda memiliki pesan yang bercampuraduk di luar sana, calon pelanggan akan memiliki harapan yang tidak jelas tentang bisnis apa yang Anda dapat tawarkan. Perusahaan Anda harus menyajikan pesan, konsisten yang jelas di semua lini. Anda tidak akan pernah mendapatkan kesempatan kedua untuk membuat kesan pertama. Pastikan setiap prospek baru melihat bisnis Anda untuk pertama kali menerima pesan, yang konsisten sama.

9. Tidak jujur
Jika bisnis Anda sedang mencoba untuk menutupi kesalahan, itu hanya soal waktu sebelum bocor dan Anda diberi label pembohong. Itu tidak baik untuk bisnis. Menjadi orang yang menyampaikan berita buruk diri sendiri, dan Anda akan dianggap sebagai orang yang tidak jujur dan dapat dipercaya.

10. Mencoba untuk melakukan semua
Kesalahan terbesar yang dibuat pengusaha adalah percaya bahwa mereka dapat melakukan semuanya sendiri. Sementara pengusaha dapat melakukan hampir segalanya, yang mereka lakukan hampir semua buruk. Sama seperti orang lain, majikan memiliki satu atau dua bakat alami. Sebagai seorang pengusaha, itu adalah tugas Anda untuk mengidentifikasi bakat dan fokus pada mereka untuk Anda sepenuhnya. Kelilingi diri Anda dengan orang-orang yang kuat di mana Anda berada bakat terlemah. Perusahaan besar dibangun atas dasar memanfaatkan kekuatan ganda, daripada mencoba untuk menjadi tuan atas segalanya.

Saturday, November 12, 2011

Inilah Rahasia Cara Memulai Bisnis Kecil Ala Om Bob Sadino!

Buat yang sudah punya Usaha Modal Kecil, selamat menjadi wirausahawan. Buat yang mau mulai Usaha Modal Kecil, selamat memulai usaha, selangkah lebih maju daripada hanya ingin. Buat yang sudah punya keinginan memulai Usaha Modal Kecil, namun belum juga memulai usaha, selamat punya keinginan, gak apa-apa belum mulai-mulai juga, ingin saja terus. Pengen saja tidak akan membuahkan apa-apa. Mencoba punya resiko gagal, namun juga punya resiko berhasil. Tidak mencoba tidak akan pernah gagal, namun juga tidak akan pernah mendapatkan keberhasilan. Buat yang belum punya keinginan, selamat sudah mampir di webblog UniversitasBisnis.com, tempat belajar wirausaha sukses, di sini akan mengalami “cuci otak” kiri berevolusi kanan. Nah, hari ini di kuliah kali ini kita akan belajar dengan Om Bob Sadino, wirausaha sukses yang telah menjadi guru dari sekian banyak pengusaha dan pebisnis sukses di Indonesia.
Bob Sadino seorang pengusaha sukses yang terkenal berkat usahanya yang besar dan juga berkat penampilannya yang khas yaitu bercelana pendek kapan pun juga dan dimanapun juga (kecuali pas mandi kali yah yang gak pake celana pendek..), seringkali ditanya pertanyaan yang umum ditanyakan oleh orang-orang yang ingin memulai usaha : “Pak, Bagaimana caranya memulai usaha?” Dan Om Bob Sadino tidak menjawabnya langsung, karena memang mencekoki itu gak bagus untuk melatih wirausaha. Dan seorang calon wirausaha pun harusnya gak mau dicekoki, emangnya makan obat apa, mau-maunya dicekoki.

Om Bob Sadino pun meminta orang yang bertanya tadi berdiri, kemudian berkata : “Coba anda ke sini, mendekat ke arah saya, saya akan beritahukan caranya”
Lantas yang bertanya pun berjalan mendekati Om Bob Sadino.
“Nah, itulah caranya,”jawab singkat Om Bob Sadino. “Saya sudah beritahukan caranya”
Ya, bagaimana caranya memulai usaha, ya dengan berjalan melangkah. Mulai saja. Gak perlu banyak pikir. Mulai saja, mikirnya belakangan. Ngapain banyak mikir kalau belum mulai-mulai juga. Inilah yang selalu disampaikan oleh Om Bob Sadino dalam tiap seminar wirausaha yang dibawakannya. Mulai saja.
Ya, mikir boleh, belajar boleh, tapi mulailah segera. Mulai saja, karena dengan mulai, nanti akan terpikir cara-caranya, akan belajar langsung, belajar berpromosi, belajar mengatasi hambatan-hambatan atau tantangan-tantangan usaha. Inilah yang ingin disampaikan oleh Om Bob Sadino pada semua yang ingin berwirausaha. Ingin saja tidak cukup kalau tidak pernah mulai-mulai.

Faktor Sukses Menjalankan Bisnis Kecil

Sebagai pemilik usaha kecil, keberhasilan Anda tergantung pada bagaimana menjalankan bisnis sesuai dengan aturan dan memperhatikan perubahan-perubahan yang terjadi. Bisnis Anda tidak akan sukses kecuali Anda memenuhi berbagai perubahan yang terjadi dalam menjalankan bisnis.

Tentunya diperlukan kemampuan-kemampuan manajemen yang baik dalam mengelola sebuah bisnis. Selain itu, Anda juga harus mempunyai beberapa faktor di bawah ini:

Kegigihan

Sebagai pemilik bisnis, Anda harus ulet, bertahan dalam menghadapi rintangan serta mempunyai kempauan berpikir di luar kotak. Pada awal bisnis, Anda mungkin tidak memiliki pendapatan yang banyak. Pengetahuan ini berguna untuk membantu Anda dalam menempatkan kesulitan dalam perspektif yang positif.

Kreativitas

Sebagai pemilik bisnis, Anda harus kreatif dalam mengembangkan dan memasarkan produk serta mencari cara untuk menjalankan perusahaan Anda dengan baik menggunakan sumber daya yang Anda inginkan. Selain itu, Anda harus membentuk perusahaan yang mencerminkan visi Anda.

Praktis dan realistis

Tidak peduli seberapa inovatif Anda sebagai seorang pengusaha, Anda juga harus memiliki pemahaman yang realistis dari aspek keuangan dalam menjalankan perusahaan Anda. Anda mungkin memiliki produk brilian yang semua orang inginkan, tetapi jika hanya cukup untuk menutupi pengeluaran, perusahaan Anda akhirnya akan gagal. Sebagai pengusaha, Anda harus realistis tentang segala sesuatu dari membayar pemasok Anda dan memenuhi kebutuhan karyawan Anda. Anda juga harus mampu mengevaluasi data keuangan perusahaan dengan praktis dan objektif.

Pendanaan

Dalam rangka menunjang keberhasilan sebagai pemilik bisnis kecil, Anda harus memiliki akses modal yang cukup untuk mempertahankan bisnis Anda. Karena perusahaan begitu sedikit mencetak laba pada awalnya, kemungkinan Anda akan harus mencari uang dari beberapa sumber lain selama fase awal operasi bisnis Anda. Beberapa pemilik usaha kecil menggunakan dana pribadi, mengandalkan pinjaman bank, dan sumber lainnya. Untuk sumber dana pinjaman, pastikan bunganya tidak terlalu besar sehingga Anda mampu mengelolanya.

Sunday, September 4, 2011

Kiat Menguasai Industri Software Enterprise

Kiat Menguasai Industri Software Enterprise

Peluang bagi industri perangkat lunak (software) di Indonesia saat ini makin terbuka dan menjanjikan, tapi juga memiliki hambatan besar, yaitu pembajakan.
"Yang memiliki peluang besar berkembang di Indonesia adalah industrisoftware enterprise karena risiko pembajakan lebih kecil dibandingsoftware mass market," ujar Indra Sosrodjojo, Direktur Andal software, dalam acara Biztalk di Jakarta, beberapa waktu lalu. Indra menyebutkan saat pelaku industri berniat masuk ke pasar software enterprise, mereka perlu menentukan secara cermat software apa yang akan dilempar ke pasar. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu memilih target pasar yang besar, ada revenue yang didapat secara terus-menerus, dan customer yang mau melakukan upgrade software. "Pasalnya, untuk fungsi tertentu, misalnya akunting, software yang digunakan tidak harus selalu di-upgrade karena prinsip akuntansi tidak mengalami perubahan. Jadi akunting bukan pilihan bagus," ujarnya. Ia mengatakan salah satu contoh yang memenuhi ketiga syarat itu adalahsoftware untuk sistem penggajian. Sistem penggajian dari perusahaan yang memiliki karyawan lebih dari 300 orang, ujar Indra, sudah tidak bisa mengandalkan Microsoft Excel dan harus menggunakan software khusus. Sementara itu sistem penggajian di Indonesia juga kerap mengalami perubahan mengikuti aturan baru, seperti peraturan mengenai pajak. "Artinya, setiap perubahan peraturan berarti software harus kembali di-upgrade oleh pengguna," ujarnya. Setelah produk sudah siap dilempar ke pasar, hal selanjutnya yang harus diperhatikan adalah mengenai model bisnis yang akan diambil. "Model bisnis yang berbeda dapat membuat satu perusahaan jatuh," ujarnya. Ia mengambil contoh persaingan antara Android dan Microsoft Mobile di mana si Robot Hijau memberikan aplikasi kepada pelanggannya secara gratis. Namun pada Microsoft harus membayar. "Seperti yang kita tahu sekarang, saat ini Microsoft sudah jauh tertinggal dari Android," ujarnya menambahkan. Ia mencatat ada tiga model bisnis yang cukup menonjol saat ini, yaitu model Freemium, Three Party Market, dan Multi Sided. Dalam model Freemium, produk diberikan secara gratis kepada customer.Namun bila mereka ingin menikmati layanan yang lebih, mereka harus membayar jasa upgrade produk. Contoh sukses dari model bisnis ini adalah Skype, yang pada tahun 2010 memiliki 663 juta user dengan keuntungan mencapai US$ 860 juta. Model Three Party Market adalah memberikan produk secara gratis kepada pemakai, dan keuntungan berasal dari pihak ketiga, misalnya dari pemasangan iklan. "Contoh fenomenal yang menjalankan model bisnis dengan cara ini adalah Google," ujar Indra. Sementara model yang ketiga adalah Multi Sided, di mana perusahaan lain menjadi perantara yang menjual produk kita kepada konsumen. Indra memberikan contoh sukses, yaitu iTunes, toko musik terbesar yang berhasil mencapai 10 miliar download dalam tujuh tahun. Indra mengatakan perubahan model bisnis tidak akan berhenti sampai ini saja. "Saya percaya perubahan model bisnis ini disetir oleh perkembangan teknologi. Akan terus berubah," ujarnya. Terakhir, Indra mengatakan bahwa pemasaran bisnis software dengan target pasar enterprise berbeda dengan yang dijual kepada khalayak luas. "Tidak mungkin produk yang dihargai dengan sangat mahal dipajang di rak toko," katanya. Pemasaran software enterprise, katanya, dilakukan dengan pendekatan partnership kepada customer. "Tantangannya adalah bagaimana membangun keintiman dengan customer," ujarnya.

Tuesday, July 26, 2011

Kiat Sukses Bisnis Kecil-kecilan


Zaman sekarang, tidak sedikit kaum perempuan yang terjun ke dalam dunia bisnis. Jika ingin sukses, Anda tentu perlu mempelajari hal apa saja yang dibutuhkan untuk mengembangkan usaha yang tengah dirintis.

Maria Coyne, Wakil Presiden Eksekutif Bisnis Perbankan di KeyBank, memiliki sejumlah tips bagi perempuan pengusaha agar sukses membangun dan mengembangkan bisnis, seperti dikutip situs forbes.com berikut ini:

Menguasai angka
Pengetahuan keuangan itu penting dimiliki seseorang jika ingin sukses berbisnis. Perempuan dengan pertumbuhan perusahaan yang tinggi benar-benar menjalankan bisnis dengan angka, memahami arus kas, dan memiliki kontrol terhadap neraca. Mereka berfokus menggunakan laporan keuangan untuk mengembangkan bisnisnya. Tidak perlu memiliki gelar MBA untuk menjadi pengusaha sukses. Menurut Coyne, memiliki seorang mentor, mitra bisnis, atau akuntan yang baik pun sudah cukup.

Membentuk kelompok penasihat
Faktor pembeda lain dari perempuan pengusaha sukses adalah mereka sering memiliki kelompok penasihat formal mau pun informal. Menurut Coyne, bekerja sama dengan pemilik usaha lainnya sangat penting. Kelompok penasihat bukan hanya dapat menginformasikan keuangan, melainkan juga menawarkan strategi pemasaran bisnis dan mengelola vendor.

Bisnis tetaplah bisnis
Hal tersulit bagi perempuan, menurut Coyne, adalah sisi pemodalan manusia. Perempuan pengusaha sering memperlakukan karyawan seperti keluarga, atau lambat membuat keputusan seputar staf. Coyne menyarankan untuk membicarakan isu-isu yang berkembang kepada staf dan membuat keputusan yang baik bagi mereka, tapi terbaik untuk bisnis.

Memanfaatkan pekerja kontrak
Coyne mengatakan, banyak perempuan pengusaha berpikir tentang pertumbuhan dan ingin berkembang, tapi masih gugup tentang biaya ekonomi, kesehatan, dan pajak. DIa melihat banyak manfaat menggunakan pekerja kontrak daripada mempekerjakan pekerja penuh waktu.

Menguasai teknologi baru
Pengusaha yang cerdas harus memanfaatkan alat-alat baru untuk mengelola bisnis mereka. Coyne juga menyarankan pengusaha untuk menggunakan media sosial guna mengembangkan basis konsumennya, termasuk mencari dan berjejaring dengan pemilik bisnis lain dalam industri yang sama namun bukan pesaing.

Sunday, July 24, 2011

Menciptakan Bisnis Rumahan yang Sesuai Impian


Membangun bisnis memang harus jatuh bangun. Pengusaha sukses bahkan harus menjalani sejumlah pilihan bisnis untuk akhirnya menemukan bisnis impian dan usahanya terus langgeng. Ragam ide bisnis boleh jadi memenuhi isi kepala saat ini. Ribuan orang sudah menjalankan ide usahanya, namun mungkin hanya setengahnya yang berhasil mengelola bisnis dan bertahan. Ide bisnis bisa terwujud sempurna sesuai impian dengan proposal bisnis yang baik. Berikut tahapan untuk memaksimalkan proposal bisnis seperti disebutkan penulis keuangan, Ellie Kay dalam bukunya 1/2 Price Living.

1. Kenali diri, apakah Anda sanggup menjalani bisnis impian?
Jane Pollack, penulis Sole Proprietor, menulis "Kemampuan terpenting adalah kemampuan untuk terus bekerja". Pengusaha perempuan ini mengubah hobinya menghias telur menjadi sebuah bisnis yang sukses. Namun, jangan campur adukkan minat dan bakat. Keduanya dibutuhkan untuk memulai sebuah bisnis rumahan yang sukses. Begitu juga kemampuan menangani pembukuan, manajemen waktu, pemasaran dan lain sebagainya.

Isolasi dan penolakan seringkali menjadi teman dekat bisnis yang baru dimulai. Pengusaha sukses harus mampu menghadapi hal ini dan belajar menjalaninya. Anda perlu mempertimbangkan apakah berbisnis merupakan pilihan yang baik bagi kepribadiannya dan juga keluarganya.

2. Fokus pada kebutuhan orang
Seorang pemiliki bisnis kecil atau pemilik bisnis rumahan sukses karena menargetkan apa yang dibutuhkan orang lain. Memang butuh waktu untuk sukses. Tak ada sukses yang instan. Ellie Kay sudah membuktikannya. Saat memulai bisnisnya "Shop, Save, and Share Seminar", Kay tidak menikmati profit selama tiga tahun. Padahal targetnya jelas, yakni kebutuhan finansial ibu-ibu yang tinggal di rumah dan para ibu yang mencoba keluar dari utang. Sembilan tahun berjalan, bisnis Kay menghasilkan keuntungan signifikan. Bahkan Kay berhasil mendirikan organisasi nirlaba.

"Saya percaya bisnis rumahan yang paling sukses adalah yang melibatkan seluruh keluarga. Jika anak-anak tidak bekerja dalam bisnis keluarga, setidaknya mereka bersikap mendukung dan memahami mengapa ibu mereka berbisnis," jelas Kay.

3. Menguji ide bisnis dengan riset
Anda berniat membangun bisnis kue, lantaran keluarga menyukai kue buatan Anda. Jangan mudah mengambil keputusan bahwa bisnis kue tersebut akan laku dan digemari banyak orang. Keluarga boleh menyukainya, namun belum tentu orang lain. Karenanya uji lah ide bisnis Anda sebelum benar-benar menjalankannya. Lakukan riset.

Investasikan waktu dan energi Anda untuk melakukan riset. Calon pemilik bisnis kecil perlu menguji idenya dalam pasar yang kecil. Salah satunya, gunakan saja kontak di buku telepon Anda. Hubungi teman, kerabat, atau bahkan orang asing tak dikenal, untuk mencoba resep kue buatan Anda. Lakukan riset yang terukur sebelum memastikan Anda akan menjadikan kue tersebut sebagai produk andalan dalam bisnis rumahan skala kecil.

4. Mengikuti tren
Dengan mengikuti tren, Anda dapat memanfaatkan kebutuhan pasar dan menciptakan keuntungan tertinggi untuk investasi waktu paling minim. Sepuluh tahun lalu, kata Kay,tidak ada yang namanya profesi asisten pribadi virtual. Tetapi kini di Amerika, para ibu pekerja yang sibuk dan para eksekutif perusahaan menginginkan orang yang memastikan tagihan rumah tangga mereka terbayar dan tukang kebun mereka digaji.

5. Pertimbangkan ide usaha yang sifatnya melayani bisnis yang ada
Dengan keahlian yang tepat dan kemampuan melihat tren pasar, pemilik usaha kecil yang cermat dapat mulai berbisnis dengan melayani kebutuhan perusahaan besar. Misalnya, saat PHK atau perpindahan karyawan besar-besaran terjadi, kebutuhan sumber daya manusia (SDM) tinggi dan dicari perusahaan besar yang kehilangan karyawannya. Dalam situasi ini, konsultan SDM dibutuhkan untuk mencari tenaga kerja. Konsultan SDM ini bisa bekerja dari rumah memenuhi kebutuhan perusahaan besar yang kehilangan banyak tenaga kerja.

6. Pertemuan keluarga
Terakhir, yang juga penting dilakukan saat akan memulai bisnis rumahan, terutama bagi ibu rumah tangga (IRT), adalah rapat dengan keluarga. Khusus untuk IRT, ide menjalankan bisnis perlu didiskusikan dengan pasangan. Penting untuk membahas permasalahan dari segala sisi. Untuk menguatkan, seorang suami mungkin akan melihat kelebihan dan kelemahan yang tidak dilihat oleh istrinya. Mulailah dengan mempertimbangkan tiga jenis bisnis rumahan, diskusikan kelebihan dan kekurangan masing-masing, serta biaya untuk memulainya. Komitmen waktu yang realistis (jangan berandai-andai) dan proyeksi pendapatan bersih. Sudut pandang berbeda dari anggota keluarga dibutuhkan dalam membangun bisnis.

Thursday, July 21, 2011

Pengorbanan dalam Memulai Berbisnis


Pengorbanan ialah alah satu hal utama yang harus dilakukan oleh siapa saja yang ingin jadi entrepreneur sukses. Pengorbanan mengingatkan kita pada pilihan untuk bahagia dan sukses. Namun, apa sebenarnya arti pengorbanan? Pengorbanan ialah penyerahan sesuatu yang berharga demi alasan lain yang tidak kalah pentingnya.

Nampaknya definisi yang cukup jelas. Tetapi apa yang harus diserahkan oleh seseorang saat melakukan lompatan entrepreneurship-nya yang berisiko? Berikut ialah hal-hal yang biasanya dikorbankan untuk mencapai sukses dalam dunia entrepreneurship:

Waktu
Pemilik usaha yang memulai dari bawah kebanyakan memulia usaha dengan menghabiskan jam kerja yang sangat panjang. Jarang sekali kita temukan mereka yang baru memulai bisnis tetapi cuma menghabiskan waktu sedikit dibandingkan saat mereka harus bekerja untuk orang lain.

Pendelegasian tanggung jawab
Jika Anda bekerja untuk orang lain, saat sesuatu tidak beres Anda bisa dengan mudah melewatkan peluang. Saat menjadi entrepreneur Mandiri, Anda selalu mendapatkan peluang, baik Anda suka atau tidak. Arus kas, penjualan, pajak: semuanya menjadi tanggung jawab Anda sekarang.

Kewarasan
Banyak entrepreneur mengatakan pada Anda terjun ke dalam suatu bisnis hanya akan membuat Anda gila. Anda harus terus menerus mengambil risiko, cermat dengan situasi, menyambut kritik dengan besar hati, dan gagal berkali-kali.

Fasilitas untuk pekerja
Fasilitas membuat seseorang lebih suka bekerja di tempat seseorang. Salah satu yang terbesar daya tariknya ialah asuransi kesehatan, terutama bagi mereka yang hidup di negara berkembang di mana pelayanan kesehatan sangat minim. Dana pensiun dan investasi juga menjadi daya tarik. Nah kini Anda harus mengorbankan semua itu karena Anda akan memulai usaha sendiri.

Sekarang, yang menjadi pertanyaan seberapa besar pengorbanan untuk memulai bisnis? Setiap orang memiliki jumlah pengorbanan yang berbeda-beda. Namun seberapa banyak? Jawabannya tergantung pada banyak faktor. Setiap usaha memiliki tantangan yang berbeda dan gabungan antara keberuntungan dan kerja keras yang berbeda-beda pula.

Namun seberapa besarnya pengorbanan itu, selalu pantas untuk dilakukan. Mengapa? Karena sebagai seorang pemilik bisnis, Andalah orang yang bertanggung jawab atas semuanya. Anda bisa membuat keputusan tentang risiko mana yang bisa diambil, seberapa lama waktu yang dihabiskan, dan seberapa keras untuk mendorong usaha menuju tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.

Wednesday, July 20, 2011

Mempersiapkan dalam Membangun Bisnis


Memiliki bisnis sendiri bukan hal yang tidak mungkin dilakukan. Tapi, untuk mewujudkan impian tersebut menjadi kenyataan, Anda tentu butuh persiapan. Mendirikan bisnis sendiri merupakan cara terbaik untuk bisa merasa bergairah terhadap karier Anda. Barangkali selama ini Anda memiliki gagasan bisnis yang hebat. Tapi, kesibukan tidak menyisakan waktu bagi Anda untuk benar-benar mengeksplorasinya.

Padahal, siapa tahu ide bisnis tersebut bisa diwujudkan menjadi kenyataan. Dengan menyisihkan waktu untuk melakukan riset, menyusun rencana, dan melakukan penelitian lanjutan, Anda bisa menegaskan diri bahwa kini sudah tiba waktunya untuk membuat perubahan karier.

Bukan hal mustahil untuk membangun bisnis sendiri. Tapi, kesuksesan tak dapat diraih dalam waktu semalam. Dibutuhkan waktu, ketekunan, dan komitmen untuk mewujudkan impian.

Berikut ini hal yang dapat Anda lakukan untuk membangun bisnis:

Mendalami bisnis
Investasikan waktu untuk mengenal dan mendalami seluk beluk bisnis yang akan digeluti. Jangan pergi berperang tanpa taktik dan persiapan.

Tambah wawasan
Belajarlah dari ahlinya. Cari tahu pemain terbaik dalam bisnis yang ingin Anda geluti, lalu gali wawasan tentang calon kompetitor tersebut.

Rencana terperinci
Kebanyakan bisnis kecil gagal karena kurangnya perencanaan. Bukan karena kekurangan uang. Jadi, pastikan membuat rencana bisnis sebaik mungkin sebelum memulainya. Tapi, memulai bisnis sendiri tentu ada risikonya. Sebab, Anda harus meninggalkan pekerjaan yang stabil guna mendedikasikan waktu dan sumber daya sepenuhnya untuk memulai bisnis.

Alternatif terbaik untuk menjalaninya adalah dengan tetap bertahan di karier sekarang. Sementara itu, coba mengurangi jam kerja menjadi paruh waktu sampai Anda berhasil membuat transisi untuk menjalankan bisnis secara penuh waktu

ENTREPRENEUR MOTIVATION

Collection of Song Lyrics Online

Kumpulan LOGO Online

About LOVE's